Stay Or No

Aku ini memang “Bad Boy”, aku memang seseorang yang tak pernah mensyukuri segalanya. Aku sadar … sangat sadar dengan apa yang terjadi denganku saat ini.

Entah kenapa aku harus mengeluh seperti ini, mengeluhkan hal sepele di pandangan orang. Aku memang seorang pemuda biasa tidak kaya maupun tidak semiskin yang pernah aku bayangkan. Tapi dari hal biasa itu kenapa aku harus bertingkah seolah aku ini anak seorang raja.

Kini disini, aku merasa tidak pernah mengalami kebahagiaan yang meraba hatiku di sekian waktu aku hidup di dunia yang fana ini. Aku tak tahu aku harus bagaimana dan melakukan apa ?.

Dikala aku harus melanjutkan hidup ke jenjang pendidikan yang tinggi di periode tahun kehidupanku. Aku tak sanggup harus mengalami hal buruk untuk periode itu. Dimana aku harus berpijak dan tinggal ? disitulah aku beradu. Aku selalu bertanya dikala matahari terbit maupun tenggelam dan menatap mataku yang dikala itu di landa kebimbangan dan rasa sedih.

Aku bertanya ? “Haruskah aku selalu menuruti segala titah dan saran yang di berikan oleh orang yang menjaga dan merawatku selama ini ?”.  aku hanya bisa terdiam dan meratapi segala tindakan yang aku lakukan. Aku hanya bisa menurutinya tanpa berkata sepatahpun walau aku ingin menolaknya.

Apa yang aku persoalkan dan apa yang aku bimbangkan selama ini akhirnya terjadi di dalam kehidupan yang tak abadi ini. Aku harus tinggal di tempat yang tak pernah aku bisa bayangkan di dalam mimpiku walaupun dalam  kehidupanku. Aku sadar memang aku berlebihan tentang keluhanku ini, sebenarnya aku bisa berfikir lebih naturalis lagi tentang hal ini. Namun aku tak pernah bisa, memang aku ini seorang pemuda yang aneh dibandingkan kaula muda seusiaku. Aku terlalu tidak bisa menerima kehadiran seseorang yang ada dalam hidupku baik dalam segalanya ataupun sesaat.

Aku tak sangup tinggal disini, “Stay here for this time and next time”. Aku memang salah dan tak penah memiliki suatu pengertian yang besar terhadap orang tuaku. Tapi dikala itu aku juga terkadang merasakan percikan kesedihan yang mengarungi kehidupan penjaga hidupku itu. Tak usah bagiku untuk menagis dengan apa yang terjadi dikehidupanku yang tinggal di tempat yang tak pernah aku sukai. Ku hanya bisa berusaha sebisanya untuk menerima semua ini.

Pernah aku bicara, namun aku tak pernah dianggap. Entah kenapa itu harus terjadi kepadaku, aku mungkin belum memilki rasa yang berhasrat tinggi dan memiliki pengertian yang membuat orang mengerti akan segalanya pada diriku.

Namun dari segala hal yang aku keluhkan, aku tahu : “Hidup didunia fana, tak haruslah memiliki segalanya. Dan terkadang segala apa yang kau lebih inginkan tak pernah bermanfaat untukmu, namun akan membuatmu takabur tehadap ibu dan ayahmu. Serta segala yang indah itu tak hanya membuat kau jadi bahagia tapi terkadang membuatmu jadi silau akan dunia fana.” Iangatlah shalat …

 

 

 

About Herdi Julianto

I'Am a Simple Man

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s