Lanjut…

Karena *galau* gw gak bikin hanya satu puisi,  malahan seabrek gw utarakan…
Hheheheh…. tumben – tumbenan kaya gini.
Nah untuk lanjutan puisi ke dua, gw kasih judul “Salahku” karena ini memang salahku.😦

“Salahku”

~Its my fault~

Kau mudah untuk memberi keputusan.
Tampak sekali dimatamu.
Seolah – olah  kau tak peduli padaku
Walau aku didepanmu.

Tanda -tanda selalu menghawatirkan hatiku.
Membuatku jadi menderita.
Aku mencoba untuk menunggu, tapi janji itu telah berakhir
Terkadang aku selalu tersenyum, seakan menikmati segalanya.

Kita sudah berbicara begitu lama.
Aku memamang sedikit kekanak -kanakan
Tapi aku selalu memikirkanmu
dan peduli padamu.

Bagiku kau menghentikan semuanya.
Seolah memberikan janji penuh amarah
Jika sudah saatnya
Bisakah kau mengobati hatiku yang lelah.

Berharap kau bisa melupakan segalanya
Hanya membayangkan keindahan waktu kita bersama
Jangan lupa saat -saat yang berharga.
Saat yang bahagia.

About Herdi Julianto

I'Am a Simple Man

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s